Rabu, 29 Mei 2024
  • Yayasan Gema Insan Amanah - Berani Berkarya Untuk Bersama

Qana’ah : Kekayaan Sejati dalam Kesederhanaan

Rasulullah SAW. pernah bersabda :
“Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang telah Allah berikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Qana’ah berasal dari bahasa Arab dan dapat diartikan sebagai rasa puas dan bahagia terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah, tanpa terlalu menginginkan lebih banyak. Dengan kata lain Qana’ah berarti merasa ridha dengan rezeki yang telah Allah limpahkan kepada kita. Ini mencakup rasa syukur terhadap rezeki yang sudah diberikan, baik itu berupa materi, kesehatan, atau kebahagiaan.
Konsep ini tidak mengharamkan kekayaan atau pencapaian, juga bukan berarti menerima kemiskinan, tetapi ini lebih tentang menjalani hidup dengan sederhana dan tidak terjebak dalam ketamakan.

Qana’ah adalah sebuah kekuatan agar kita bisa senantiasa berjalan dalam kehidupan yang serba tidak menentu seperti sekarang ini. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. menerangkan keutamaan sifat qana’ah yaitu : “Akan merasakan kemanisan (kesempurnaan) iman, orang yang ridha kepada Allah sebagai Rabb-nya, dan Islam sebagai agamanya, serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya [HR. Muslim].” Dan dalam hadits lain juga disebutkan : “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta), akan tetapi kekayaan yang haqiqi adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati).” (HR. Tirmidzi).

Dari dua hadits tersebut dapat dipahami bahwa qona’ah adalah sebuah kenikmatan dan tidak berarti menerima kemiskinan. Qana’ah adalah menerima apa yang menjadi hasil dari usaha kita. Misalnya seorang tukang ojek yang telah seharian bekerja keras hanya mendapatkan 20 ribu rupiah. Meski hanya mendapat sedikit uang, ia tetap bersyukur dan meyakini bahwa itulah rezeki yang Allah jatahkan untuknya. Itulah bentuk qana’ah.

Kalau begitu, apakah qona’ah identik dengan menerima kemiskinan?
Tentu saja tidak, sebab qona’ah adalah sebuah seni untuk menenangkan diri Ketika menghadapi sebuah ujian, dan juga seni untuk mengumpulkan kekuatan dalam menghadapi setiap problematika kehidupan.

Untuk bisa memiliki sifat qana’ah, satu-satunya cara adalah dengan selalu berhusnudzon kepada Allah SWT. Sahabat GIA, dengan mensyukuri apa yang telah diberikan oleh Allah, kita dapat menghindari ketamakan dan menemukan ketenangan pikiran. Dengan menerapkan qana’ah dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencapai kekayaan sejati dalam kesederhanaan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memiliki sifat qona’ah. Aamiin.

KELUAR