Senin, 20 Apr 2026
  • Yayasan Gema Insan Amanah - Berani Berkarya Untuk Bersama

MARI ULURKAN TANGAN DAN PEDULI TERHADAP SESAMA

MARI ULURKAN TANGAN DAN PEDULI TERHADAP SESAMA

Salah seorang warga Desa Mekarmukti RT.001 RW. 001 Kec. Cikarang Utara Kab. Bekasi, Ibu Sriyati, sudah bertahun-tahun menderita penyakit Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau dikenal dengan istilah Saraf Kejepit. Hernia Nukleus Pulposus merupakan suatu keadaan dimana bantalan sendi tulang belakang menonjol sehingga dapat menekan saraf di sekitarnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus, diantaranya karena faktor usia, faktor genetik, cedera pada tulang belakang, sering melakukan aktivitas yang berat dan berat badan berlebih.

 Ibu Sriyati (55 tahun) mengidap penyakit Hernia Nukleus Pulposus atau saraf kejepit sejak lima tahun lalu, keadaannya semakin parah sejak tiga tahun belakangan ini. Beliau tidak bisa berjalan dan sebagian anggota badannya tidak bisa digerakkan. Saat ini beliau tinggal bersama suami, Pak Mamak (57 tahun) dan anaknya. Profesi Pak Mamak sehari-hari sebagai tukang ojeg yang selalu setia menemani dan sabar membantu setiap aktivitas Ibu Sriyati lantaran sakit yang dideritanya. Penghasilan sebagai tukang ojeg yang jauh dari kebutuhan memaksa mereka menjalani hidup sangat sederhana bahkan kekurangan sehingga pengobatan Bu Sriyati sudah lama tak dapat dilanjutkan.

Mengetahui hal tersebut, pada hari Kamis, 16 September 2021 tim dari Yayasan Gema Insan Amanah (GIA) mengunjungi kediaman Ibu Sriyati. Setelah mendengarkan kisah kronologis awal mula sakit hingga pengobatan yang sudah bertahun-tahun di suatu Rumah Sakit tak kunjung membuahkan hasil, tim dari Yayasan GIA menawarkan bantuan barupa terapi. Ibu Sriyati dan keluarga sepakat, Tim dari Yayasan GIA kemudian mengantarkan beliau ke tempat terapi untuk menjalani fisioterapi. Setelah menjalani fisioterapi alhamdulillah biidznillah keadaan Ibu Sriyati sudah lebih baik, bagian-bagian anggota badan yang sebelumnya tidak bisa digerakkan sudah mulai bisa digerakkan walaupun sedikit. Tentu tidak ada pengobatan langsung sembuh seketika, Ibu Sriyati masih harus menjalani fisioterapi selanjutnya secara berkala agar keadaannya semakin baik dan lekas sehat seperti sedia kala. Terimakasih kami haturkan kepada seluruh donatur Yayasan GIA yang telah mendermakan sebagian rezekinya untuk mendukung serangkaian agenda Yayasan GIA sehingga terlaksana dengan baik. Semoga partisipasi para donatur semakin menambah catatan amal sholeh dan pahala terbaiknya di yaumil akhir nanti, aamiin. Mari ulurkan tangan untuk peduli terhadap sesama, kita patrikan ke dalam hati nurani kita, kita tradisikan dalam kehidupan sehari-hari kita akan pesan agung dari Sang Penguasa Jagad Raya, “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Maidah: 2) 

AdminGia

Tulisan Lainnya

Blog 2
Oleh : AdminGia

Blog 2

4 Bulan Menuju Ramadhan ✨
Oleh : Asta Septivan

4 Bulan Menuju Ramadhan ✨

0 Komentar

KELUAR