Rabu, 29 Mei 2024
  • Yayasan Gema Insan Amanah - Berani Berkarya Untuk Bersama

KETIKA ALLAH BELUM MENGABULKAN DO’AMU
MARI AMALKAN AYAT INI!

Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam sering kali berdoa kepada Allah SWT untuk memohon berbagai hal, seperti kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, dan banyak hal lainnya. Namun, terkadang kita merasa bahwa doa kita belum juga dikabulkan oleh Allah. Ini dapat menjadi pengalaman yang membuat kita bertanya-tanya, mengapa Allah belum menjawab doa kita?
Sahabat GIA, dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 4 yang berbunyi :
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Artinya : Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.
Ayat ini memberikan penggambaran tentang Nabi Zakaria yang berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan ketekunan, meskipun dia sudah berusia lanjut dan masih belum diberikan keturunan. Kita dapat belajar beberapa pelajaran berharga dari ayat ini tentang bagaimana kita harus merespons ketika doa kita yang belum dikabulkan.

  1. Kesabaran dan Ketekunan
    Salah satu pelajaran utama dari ayat ini adalah pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam berdo’a. Meskipun Nabi Zakaria sudah lanjut usia dan kondisinya tampak tak memungkinkan, dia tetap tekun berdo’a kepada Allah. Ini mengajarkan kita bahwa kita tidak boleh menyerah atau kehilangan harapan meskipun do’a kita belum dikabulkan. Allah adalah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui, dan Dia tahu kapan saat yang tepat untuk menjawab do’a kita.
  2. Keikhlasan dalam Berdoa
    Zakaria menyampaikan bahwa dia belum pernah “kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” Ini menunjukkan keikhlasan dan ketulusan hati dalam berdo’a. Kita harus berdo’a bukan hanya karena ingin mendapatkan sesuatu, tetapi juga karena kita meyakini bahwa Allah tahu apa yang terbaik bagi kita. Keikhlasan dalam berdo’a bisa membuat kita menerima jawaban Allah, baik itu dikabulkan atau tidak.
  3. Allah Memiliki Rencana yang Lebih Besar
    Seringkali, ketika do’a kita belum dikabulkan, itu mungkin karena Allah memiliki rencana yang lebih besar yang tidak kita ketahui. Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dan Dia tahu apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Terkadang, apa yang kita inginkan mungkin bukan yang terbaik untuk kita, dan Allah, dengan kasih sayang-Nya, menolak permohonan kita demi melindungi kita dari sesuatu yang lebih buruk.
  4. Waktu yang Tepat
    Ayat ini juga mengajarkan kita tentang waktu yang tepat. Allah memiliki pengetahuan yang mendalam tentang saat yang paling sesuai untuk menjawab do’a kita. Ini mengingatkan kita bahwa kita harus bersabar dan menyerahkan segala hal kepada-Nya.
  5. Dalam Keadaan Apapun, Tetap Bersyukur
    Meskipun do’a Nabi Zakaria belum dikabulkan pada saat itu, dia tetap bersyukur kepada Allah. Ini adalah sikap yang sangat penting dalam Islam. Bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, bahkan jika permohonan kita belum terkabul, adalah tanda rasa syukur yang mendalam.

Jadi, ketika kita menghadapi situasi di mana do’a kita belum dikabulkan, kita dapat mengambil inspirasi dari ayat yang terdapat pada Surat Maryam ini. Kita harus tetap sabar, ikhlas, dan yakin bahwa Allah memiliki rencana yang lebih besar untuk kita. Mungkin saja jawaban atas do’a kita akan datang pada waktu yang tepat, atau Allah akan memberikan yang lebih baik dari apa yang kita minta. Ini adalah bagian dari ujian dan kepercayaan kita kepada-Nya sebagai seorang Muslim.
Sahabat GIA, Teruslah berdo’a dengan tulus dan percayalah bahwa Allah selalu mendengar do’a kita, bahkan jika jawaban-Nya mungkin berbeda dari yang kita harapkan.

KELUAR